Kutai Timur Bakal Punya Sentra Bawang Merah, Bupati Ardiansyah: Dalam Waktu Satu Tahun!
Kutai Timur, Kaltim - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa dua kecamatan di Kutim, yaitu Rantau Pulung dan Sangatta Selatan, bakal menjadi sentra bawang merah di kabupaten tersebut.
Menurut Ardiansyah, potensi bawang merah di Kutim sangat bagus, terutama di musim kemarau. "Di musim kemarau, bawang merah bisa dipanen dalam waktu 40 hari," ungkapnya pada Minggu (5/11/2023).
Ardiansyah mengatakan bahwa pengembangan sentra bawang merah di Kutim sejalan dengan program pemerintah kabupaten untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
"Dengan adanya sentra bawang merah di Kutim, kita akan memiliki pasokan bawang merah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kutim dan sekitarnya," jelasnya.
Selain itu, Ardiansyah berharap bahwa pengembangan sentra bawang merah juga dapat meningkatkan pendapatan petani di Kutim.
"Bawang merah merupakan komoditas yang memiliki nilai jual yang tinggi. Oleh karena itu, dengan adanya sentra bawang merah, kita berharap pendapatan petani di Kutim dapat meningkat," ujarnya.
Pemerintah kabupaten Kutim telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung pengembangan sentra bawang merah di Rantau Pulung dan Sangatta Selatan. Langkah-langkah tersebut di antaranya adalah:
- Menyediakan lahan pertanian untuk pengembangan bawang merah
- Memberikan pendampingan teknis kepada petani bawang merah
- Menyediakan bantuan sarana dan prasarana pertanian untuk petani bawang merah
- Membangun infrastruktur pendukung, seperti jalan dan irigasi
- Melakukan promosi dan pemasaran produk bawang merah dari Kutim
Ardiansyah berharap bahwa dengan dukungan pemerintah kabupaten, pengembangan sentra bawang merah di Kutim dapat berjalan dengan sukses.
"Kita berharap bahwa dalam waktu satu tahun ke depan, Rantau Pulung dan Sangatta Selatan sudah bisa menjadi sentra bawang merah untuk Kutim sendiri," pungkasnya.
Selain itu, Ardiansyah juga berharap bahwa pengembangan sentra bawang merah di Kutim dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
"Dengan adanya sentra bawang merah, kita berharap dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat Kutim. Kita juga berharap bahwa Kutim dapat menjadi salah satu pemasok bawang merah terbesar di Indonesia," tutupnya.
disadur dari sumber : kaltim.tribunnews.com
