Ekspor Bawang Merah Probolinggo Lesu, Petani Merugi
Probolinggo, 18 Desember 2023 - Ekspor bawang merah asal Kabupaten Probolinggo lesu. Hal ini dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tingginya harga bawang merah di pasar internasional.
Petani bawang merah di Kabupaten Probolinggo biasanya mengekspor bawang merahnya ke Thailand, Malaysia, dan Singapura. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, permintaan bawang merah dari negara-negara tersebut menurun.
"Ekspor bawang merah dari Probolinggo memang sedang lesu," ujar Ketua Asosiasi Bawang Merah Kabupaten Probolinggo, Ali Munif, Senin (20/12/2023).
Harga bawang merah di pasar internasional
Menurut Ali, tingginya harga bawang merah di pasar internasional menjadi salah satu faktor penyebab lesunya ekspor bawang merah dari Probolinggo.
"Harga bawang merah di pasar internasional saat ini mencapai 400 dollar AS per ton," ujar Ali.
Harga tersebut dinilai terlalu tinggi oleh pembeli di negara tujuan ekspor. Akibatnya, mereka mengurangi permintaan bawang merah dari Probolinggo.
Selain tingginya harga, faktor lain yang menyebabkan lesunya ekspor bawang merah dari Probolinggo adalah adanya persaingan dari negara-negara lain.
"Negara-negara lain juga memproduksi bawang merah dalam jumlah yang besar," ujar Ali.
Akibat lesunya ekspor, petani bawang merah di Kabupaten Probolinggo mengalami kerugian. Harga bawang merah di tingkat petani saat ini hanya berkisar antara 20-25 ribu rupiah per kilogram.
"Harga bawang merah saat ini sangat rendah," ujar Ali.
Ali berharap, pemerintah dapat membantu meningkatkan ekspor bawang merah dari Probolinggo. Salah satunya dengan melakukan promosi di pasar internasional.
"Pemerintah juga bisa membantu mencarikan pembeli baru untuk bawang merah dari Probolinggo," ujar Ali.
Dengan adanya bantuan dari pemerintah, diharapkan ekspor bawang merah dari Probolinggo dapat kembali meningkat. Selain itu, petani bawang merah juga dapat terhindar dari kerugian.
